Sabtu, 14 Mei 2016

Artikel Teknologi Informasi dalam Bidang Kesehatan



Peranan Teknologi Informasi Dalam Bidang Kesehatan
Seperti yang kita ketahui, peranan Teknologi Informasi sudah banyak di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari dan manfaatnya dalam kehidupan kita sangatlah besar. Bahkan sekarang ini teknologi informasi sudah tidak bisa di pisahkan dalam keseharian kita. Setiap pekerjaan yang kita lakukan sedikit banyak bergantung pada teknologi-teknologi yang ada. Karena memang pada kenyataan, adanya teknologi informasi ini mempermudah kita dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Seperti contohnya kita bisa dengan mudah menghubungi orang yang jauh keberadaannya dengan menggunakan telepon ataupun internet, tidak harus dengan menemuinya langsung, dan juga jika kita ingin mengerjakan tugas, kita tidak perlu membuka-buka halaman buku satu per satu untuk mendapatkan jawaban ataupun materi yang kita perlukan, tetapi dengan mudah kita bisa mencarinya di internet, begitu pula dalam pengerjaannya kita tidak perlu menulis banyak yang kadang apabila terjadi kesalahan kita harus menghapusnya dan mengotori halaman tugas kiuta itu atau apabila terjadi kekurangan dalam tulisan kita itu kita harus menggantinya lagi, dengan menggunakan komputer atau laptop misalnya kita bisa dengan mudah meng-copy dan paste materi yang sudah kita dapatkan dari internet, kemudian apabila terjadi kesalahan kita hanya perlu menghapus tanpa mengotori halaman tugas kita, dan bila ada yang kurang kita bisa menyisipkan kata-kata tersebut di tempat yang kita inginkan tanpa perlu mengganti kertas dan menulisnya dari awal.
Dan hal sedemikian itu juga berpengaruh di Bidang Kesehatan. Sekarang ini Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan sangat memiliki peran yang sangat signifikan untuk menolong jiwa manusia serta riset-riset di bidang kedokteran. Teknologi Informasi digunakan untuk menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat, untuk mendiagnosa penyakit, menemukan obat yang tepat untuk mengobati penyakit, dan masih banyak lagi.
Pemanfaatan Teknologi Informasi ini tentunya sudah sangat membantu orang-orang yang bergerak di bidang kesehatan ini, setidaknya bisa membantu mereka dalam menangani para pasiennya sehingga sedikit banyak Teknologi di bidang Kesehatan ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat sekarang ini. Adanya Teknologi Informasi dimanfaatkan Dokter dan Perawat untuk memudahkan mereka memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah, memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer.
Seperti yang tercantum di dalam sebuah artikel yang ada di website, beberapa temuan teknologi sudah dikembangkan oleh pakarnya. Teknologi-teknologi yang sudah di kembangkan di bidang Kesehatan diantaranya adalah berupa Sistem  Computerized Axial Tomography (CAT) digunakan  untuk menggambar struktur bagian otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan menggunakan sinar-X. Sedangkan untuk yang bergerak menggunakan sistem Dynamic Spatial Reconstructor (DSR) yang dapat digunakan untuk melihat gambar dari berbagai sudut organ tubuh. Keunggulan-keunggulan dari CT scan ini adalah :
1.      Memiliki kontras resolusi dan spatial resolusi yang tinggi. Kontras resolusi adalah kemampuan untuk membedakan dua objek yang memiliki densitas hampir sama. Spatial resolusi adalah kemampuan untuk membedakan dua objek yang saling berdekatan letaknya.
2.      Hasil gambaran dapat direkontruksi sesuai kebutuhan, misalnya dari proyeksi axial dijadikan proyeksi sagital atau coronal.
3.      Gambaran jaringan lunak memiliki karakteristik yang baik dengan adanya pengaturan window.
4.      Hasil gambaran berupa irisan melintang ( cross sectional ) sehingga superposisi antar organ dapat dihindari.
5.      Diagnosa lebih akurat dengan adanya pengambilan gambaran dari berbagai proyeksi seperti proyeksi axial, sagital dan coronal.

Gambar 1. CT SCAN
Single Photon Emission Computer Tomography (SPECT) merupakan sistem komputer yang mempergunakan gas radioaktif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang ditampilkan dalam bentuk gambar. Bentuk lain adalah Positron Emission Tomography (PET) juga merupakan sistem komputer yang dapat menampilkan gambar yang menggunakan isotop radioaktif. Selain itu Nuclear Magnetic Resonancemerupakan teknik mendiagnosis dengan cara memagnetikkan nucleus (pusat atom) dari atom hidrogen. Fungsi utama PET-Scan adalah mengetahui kejadian di tingkat sel yang tidak didapatkan dengan alat pencitraan konvensional lainnya. Kelainan fungsi atau metabolisme di dalam tubuh dapat diketahui dengan metode pencitraan (imaging) ini.
PET-SCAN ini memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan alat CT-Scan maupun MRI, dimana PET-Scan tidak hanya mendeteksi kanker pada aspek anatomi tubuh saja tetapi mekanisme kerja organ tubuh yang disebut metabolisme tubuh juga dapat dideteksi alat ini. Alat ini bahkan dapat mendeteksi tingkat keganasan, lokasi, serta cara rambat penyakit kanker. Pengembangan PET-SCAN ini

tidak hanya dapat mendeteksi kanker, tetapi juga dapat digunakan pada bidang-bidang kedokteran lainnya.

Gambar 2. Proses Kerja PET-SCAN
Di dalam artiel ini juga menyebutkan bahwa saat ini sudah di temukan juga komputer DNA yang mampu mendiagnosis penyakit sekaligus memberi obat. Ehud Shapiro beserta timnya dari institut Sains Weizmann, Rehovot, Israel, telah membuat komputer DNA ultrakecil yang mempu mendiagnosis dan mengobati kanker tertentu. Komponen penyusun komputer DNA adalah materi genetik yang diketahui urutan basanya. Seperti diketahui bahwa urutan gen secara intrinsik mempunyai kemampuan inheren untuk mengolah informasi layaknya komputer. Oleh karena itu trilyunan mesin biomolekul yang bekerja dengan ketepatan lebih dari 99,8% itu, dapat dikemas dalam setetes larutan. Komputer DNA menggunakan untai nukleotida sebagai masukan data, dan molekul biologi aktif sebagai larutan data dapat menghasilkan sistem kendali logis dari proses-proses biologi. Mesin ini bahkan mampu mengerjakan soal-soal matematik.
Ada satu rahasia yang merupakan keunggulan utama komputer DNA. Enzim-enzim yang terlibat bekerja secara paralel. Komputer klasik membaca dan mengolah data secara linier (berurutan). Melibatkan data dalam jumlah besar, komputer klasik akan sangat kerepotan mengolah data-data yang luar biasa banyaknya. Penghitungan membutuhkan waktu sangat lama karena dilakukan satu per satu. Di sinilah keunggulan komputer DNA! Untuk jumlah data yang sangat banyak, komputer DNA dapat melakukan penghitungan jauh lebih cepat karena semua prosesnya dilakukan secara paralel (bersamaan). Ukuran molekul DNA yang sangat kecil juga merupakan keunggulan komputer masa depan ini. Satu gram DNA yang sudah dikeringkan memiliki kapasitas menyimpan informasi dalam jumlah yang sama dengan 1 triliun compact disc (CD). Padahal, 1 gram DNA kering itu ukurannya hanya sebesar butiran gula pasir! Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, jumlah data dan informasi pun semakin bertambah. Lama-kelamaan, data yang berlimpah ini tidak dapat lagi disimpan dalam memory chip komputer yang terbuat dari silikon seperti yang selama ini kita gunakan. DNA merupakan alternatif yang sangat menjanjikan. Lagi pula, microprocessor yang kita gunakan dalam komputer klasik biasanya terbuat dari bahan-bahan yang bersifat racun sehingga mengotori udara dan lingkungan. Biochip (chip biologis) yang terbuat dari DNA merupakan teknologi yang "bersih". Kita juga tidak akan pernah kehabisan DNA selama masih ada sel-sel makhluk hidup. Ini menjadikannya sumber daya yang sangat murah. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi komputer DNA menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Komputer DNA buatan Adleman mereaksikan cairan DNA dalam tabung-tabung reaksi. Pada bulan Januari 2000, jurnal ilmiah Nature memublikasikan keberhasilan para ilmuwan di University of Wisconsin di Madison yang melekatkan DNA pada permukaan padat gelas dan emas. Ini berarti komputer DNA dapat dibuat dalam bentuk chip padatan yang mirip dengan chip komputer konvensional. Pada tahun 2001, seorang ilmuwan dari Weizmann Institute of Science di Israel, Ehud Shapiro, mendapatkan paten atas komputer DNA yang dibuatnya. Komputer DNA buatan Shapiro ini hanya terdiri atas satu tetes air saja. Komputer terkecil di dunia ini menggunakan molekul-molekul DNA dan enzim-enzimnya dalam satu tetes air tersebut sebagai sarana input (masukan data), output (keluaran data), software (perangkat lunak), dan hardware (perangkat keras). Pada Februari 2003, penemuan ini akhirnya tercatat dalam Guinness World Records sebagai "The Smallest Biological Computing Device" atau Komputer Biologis Terkecil di Dunia. Hebatnya lagi, komputer supermini ini memiliki kecepatan 100.000 kali lebih cepat daripada komputer konvensional tercanggih yang ada saat ini. (Surya, 2004)



Gambar 3. Komputer DNA
Dengan adanya beberapa artikel tersebut yang mana semakin menguatkan bahwa teknologi di bidang kesehatan sangatlah membantu mereka yang bergerak di bidang ini untuk melakukan pekerjaan mereka. Mereka bisa dengan cepat menangani para pasien, bisa mendiaknosis penyakit yang mereka derita, dan kemungkinan salah diagnosisi yang mungkin sudah sering terjadi di dalam bidang kedokteran yang memakan banyak jiwa bisa berkurang. Pemanfaatan Teknologi Informasi ini semakin mendukung peningkatan kualitas kerja di bidang Kedokteran. Memberikan banyak efek positif dalam kehidupan dan cenderung di gunakan sebagai pemudah dalam penanganan pasien. Disini peran para ilmuwan yang mengembangkan Teknologi Informasi dalam Bidang Kesehatan sangat di perlukan untuk mengembangkan kembali teknologi-teknologi yang sudah ada itu agar semakin meningkatkan kualitas kerja di bidang Kesehatan. Karena semakin canggihnya teknologi yang ada maka akan semakin mudah kita mendapatkan pelayanan dengan kualitas yang baik.

ISBD patah tulang

                                                                                 







Daftar Isi
Kata Pengantar
Bab 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang...........................................................................................................
B.     Rumusan Masalah......................................................................................................
C.     Tujuan.........................................................................................................................
Bab 2 PEMBAHASAN
A.    Patah Tulang...............................................................................................................
B.     Penatalaksanaan Patah Tulang...................................................................................
C.     Pengobatan Tradisional Patah Tulang........................................................................
Bab 3 PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................................................
B.     Saran...........................................................................................................................
Daftar Pustaka











A.    Latar Belakang
Sistem medis dan pengobatan tradisional adalah sisitem pengobatan selain pengobatan dengan cara medis atau ilmu kedokteran yang berkembang didalam masyarakat secara turun temurun.
Sampai saat ini memeang masih banyak sekali kepercayaan- kepercayaan yang sejak zaman dahulu masih berkembang dan dipercya masyarakat hingga saat ini, terutama sistem pengobatan secara tradisional. Terkadang cara pengobatan tradisional ini memang sangat jauh atau bahkan diluar rasionalisme ilmu kedokteran/kesehatan. Tetapi ada kalanya, pengobtan- pengobatan secara tradisional ini justru membawa hasil (kesembuhan) yang diharapkan oleh si penderita sakit yang terkadang hasilnya tidak bisa didapatkan/ diberikan melalui pengobatan tenaga medis.
Cara- cara pengobatan tradisional ini, tentu sangat beragam dan berbeda- beda antara wilayah yang satu dengan yang lain. Tergantung daripada budaya atau kepercayaan temurun yang berkembang di masyarakat tersebut.

B.     Rumusan Masalah
Adapun dalam penyusunan makalah ini, kami menggunakan rumusan masalah sebagai berikut:
*      Apakah battra tenaga dalam itu?
*      Bagaimana penatalaksanaan battra tenaga dalam?
*      Bagaimana cara pengobatan tradisional battra tenaga dalam?

C.     Tujuan
Sebagai  calon tenaga kesehatan, kita juga perlu untuk mengetahui sistem atau cara pengobatan battra tenaga dalam dan diharapkan kita mampu untuk memilah jalan/ alternatif pengobatan tradisional yang seperti apa yang aman dan dapat sedikit menunjang kesembuhan klien. Karena kita juga tidak bisa untuk meghilangkan atau menganggap salah kepercayaan yang telah turun temurun dipercayai oleh masyarakat. Kita sebagai tenaga kesehatan harus tetap bisa berpegang teguh pada ilmu kesehatan/ cara pengobatan yang sesuai dengan penelitian yang ada namun uga harus tetap menghargai budaya masyarakat terutama yang menyangkut sistem medis dan pengobatan tradisional.




BAB 2
PEMBAHASAN

A.    Patah Tulang
Fraktur adalah masalah yang akhir-akhir ini sangat banyak menyita perhatian masyarakat, pada arus mudik dan arus balik hari raya idulfitri tahun ini banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang sangat banyak yang sebagian korbannya mengalami fraktur. Banyak pula kejadian alam yang tidak terduga yang banyak menyebabkan fraktur. Sering kali untuk penanganan fraktur ini tidak tepat mungkin dikarenakan kurangnya informasi yang tersedia contohnya ada seorang yang mengalami fraktur, tetapi karena kurangnya informasi untuk menanganinya Ia pergi ke dukun pijat, mungkin karena gejalanya mirip dengan orang yang terkilir.
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya (Smeltzer S.C & Bare B.G, 2001) atau setiap retak atau patah pada tulang yang utuh (Reeves C.J, Roux G & Lockhart R, 2001).
Suatu patah tulang atau fraktur tulang terjadi ketika kekuatan yang diberikan terhadap tulang lebih kuat dari tulang dapat menanggung. Ini mengganggu struktur dan kekuatan tulang, dan menyebabkan rasa sakit, hilangnya fungsi dan kadang-kadang pendarahan dan cedera di sekitar lokasi. Kerangka kita terdiri dari tulang. Tulang adalah jenis jaringan ikat, diperkuat dengan kalsium dan tulang sel. Tulang memiliki pusat yang lebih lembut, yang disebut sumsum, di mana sel-sel darah dibuat. Fungsi utama dari kerangka kita untuk mendukung tubuh kita, memungkinkan gerakan dan melindungi organ-organ internal kita. Ada berbagai jenis patah tulang. Beberapa lebih parah daripada yang lain, tergantung pada kekuatan dan arah gaya, tulang tertentu yang terlibat, dan usia seseorang dan kesehatan umum. Patah tulang umum meliputi pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pinggul. Patah tulang panggul paling sering terjadi pada orang tua. Patah tulang memakan waktu sekitar empat sampai delapan minggu untuk menyembuhkan, tergantung pada usia dan kesehatan orang dan jenis istirahat. Sebelum kita beralih ke penata laksanaan medis maupun tradisional patah tulang, berikut akan dibahas sedikit mengenai patah tulang.
1)      Gejala Patah Tulang
Fraktur berbeda dari cedera lain untuk kerangka seperti dislokasi, meskipun dalam beberapa kasus akan sulit untuk membedakan mereka. Kadang-kadang, seseorang mungkin memiliki lebih dari satu jenis cedera. Jika ragu, mengobati cedera seolah-olah itu adalah patah tulang. Gejala-gejala fraktur tergantung pada tulang tertentu dan tingkat keparahan cedera, tetapi dapat mencakup:
·         Sakit
·         Pembengkakan
·         Memar
·         kelainan bentuk
·         Ketidakmampuan untuk menggunakan anggota badan.
2)      Penyebab Patah Tulang
Penyebab patah tulang dapat mencakup:
Ø  Insiden traumatis seperti cedera olahraga, kecelakaan kendaraan dan jatuh
Ø  Kondisi seperti osteoporosis dan beberapa jenis kanker yang menyebabkan tulang patah lebih mudah, yang berarti bahkan trauma ringan dan jatuh dapat menjadi serius.
3)      Jenis- Jenis Patah Tulang
Beberapa jenis- jenis fraktur/ patah tulang antara lain sebagai berikut:
*      patah Tertutup (sederhana)àpatah tulang tidak menembus kulit
*      patah Terbuka (gabungan)àpatah tulang menonjol keluar melalui kulit, atau luka mengarah ke situs fraktur. Infeksi dan perdarahan eksternal lebih mungkin terjadi
*      Fraktur greenstickàsesuatu yang kecil, retak ramping dalam tulang. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak, karena tulang mereka lebih fleksibel dibanding tulang orang dewasa
*      Fraktur lembutàbentuk paling umum adalah mengalami cedera tulang kaki, sering terjadi di kaki atau kaki bagian bawah sebagai akibat dari tekanan berulang dari aktivitas seperti jogging atau berjalan
*      Fraktur kompleksàstruktur sekitarnya patah tulang yang terluka. Mungkin ada kerusakan pada vena, arteri atau saraf, dan ada juga mungkin cedera pada lapisan tulang (periosteum)
*      Fraktur kominutaàtulang hancur menjadi potongan-potongan kecil. Jenis fraktur ini lebih rumit, sehingga cenderung lebih lama dan susah dalam proses penyembuhannya
*      Fraktur avulsiàotot bertumpu pada tulang dengan tendon, jenis jaringan ikat. Kontraksi otot yang kuat dapat merenggut tendon yang bebas dan menarik keluar potongan-potongan tulang. Jenis fraktur ini lebih sering terjadi pada sendi lutut dan bahu
*      Fraktur kompresiàterjadi ketika dua tulang dipaksa terhadap satu sama lain. Tulang-tulang tulang belakang, yang disebut vertebra, dapat memiliki jenis fraktur ini. Orang tua, terutama mereka dengan osteoporosis, berada pada risiko yang lebih tinggi.
*      Greenstickàfraktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok.
*      Transversalàfraktur sepanjang garis tengah tulang.
*      Oblikàfraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang.
*      Spiraàfraktur memuntir seputar batang tulang.
*      Komunitifàfraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen.
*      Depresiàfraktur dengan frakmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan wajah
*      Kompresiàfraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang).
*      Patologikàfraktur yang terjadi pada daerah tulang berpenyakit (kista tulang, paget, metastasis tulang, tumor).
*      Avulsiàtertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya.
*      Epifisialàfraktur melalui epifisis.
*      Impaksiàfraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya.
*      Complete fraktur (fraktur komplet), patah pada seluruh garis tengah tulang,luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang.
*      Closed frakture (simple fracture), tidak menyebabkan robeknya kulit, integritas kulit masih utuh.
*      Open fracture (compound frakture / komplikata/ kompleks), merupakan fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai ke patahan tulang. Fraktur terbuka digradasi menjadi:
§  Grade I: luka bersih dengan panjang kurang dari 1 cm.
§  Grade II: luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif.
§  Grade III: sangat terkontaminasi, dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensif.

B.     Penatalaksanaan Patah Tulang
Segera setelah cedera perlu untuk me- imobilisasi bagian yang cedera apabila klien akan dipindhkan perlu disangga bagian bawah dan atas tubuh yang mengalami cedera tersebut untuk mencegah terjadinya rotasi atau angulasi.
Prinsip penanganan fraktur meliputi: ReduksiàReduksi fraktur berarti mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis Reduksi tertutup, mengembalikan fragmen tulang ke posisinya ( ujung ujungnya saling berhubungan ) dengan manipulasi dan traksi manual. Alat yang digunakan biasanya traksi, bidai dan alat yang lainnya. Reduksi terbuka, dengan pendekatan bedah. Alat fiksasi interna dalam bentuk pin, kaawat, sekrup, plat, paku. Iimobilisasi Imobilisasi dapat dilakukan dengan metode eksterna dan interna Mempertahankan dan mengembalikan fungsi Status neurovaskuler selalu dipantau meliputi peredaran darah, nyeri, perabaan, gerakan. Perkiraan waktu imobilisasi yang dibutuhkan untuk penyatuan tulang yang mengalami fraktur adalah kurang lebih 3 bln.
1)      Komplikasi Patah Tulang
Masalah lain yang disebabkan oleh patah tulang dapat mencakup:
·         Kehilangan darahàtulang memiliki suplai darah yang kaya. Istirahat yang buruk dapat membuat Anda kehilangan sejumlah besar darah
·         Cedera organ, jaringan atau struktur di sekitarnyaàmisalnya otak bisa rusak oleh patah tulang tengkorak. Organ dada dapat terluka jika pecah tulang rusuk
·         Pertumbuhan terhambat tulangàjika tulang panjang anak pecah dekat dengan sendi di mana lempeng pertumbuhan ditemukan.
2)      Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang
Perawatan pertolongan pertama yang baik untuk penderita patah tulang selalu penting. Menggerakkan patah tulang dapat meningkatkan rasa sakit dan perdarahan dan dapat merusak jaringan di sekitar cedera. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi dalam perbaikan dan penyembuhan dari cedera nanti.
Pertolongan pertama untuk patah tulang adalah semua tentang immobilising (membatasi gerakan) daerah luka. Penyangga dapat digunakan untuk ini. Kontrol perdarahan eksternal. Pecah yang rumit di mana anggota tubuh sangat cacat mungkin perlu disesuaikan sebelum pembidaian – hanya paramedis atau staf medis harus melakukan hal ini. Fraktur dari kepala atau tubuh seperti tengkorak, tulang rusuk dan panggul semua serius dan harus dikelola oleh paramedis.
Jika Anda mencurigai patah tulang, Anda harus:
Ø   Jika orang itu masih tetap terjagaàtidak memindahkan mereka kecuali ada bahaya langsung, terutama jika Anda fraktur yang dicurigai pada tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, panggul atau kaki bagian atas
Ø  Ada untuk setiap luka pendarahan pertama. Menghentikan pendarahan dengan menekan kuat pada situs dengan pembalut bersih. Jika tulang yang menonjol, memberikan tekanan di sekitar tepi luka
Ø  Jika perdarahan dikendalikan, menjaga luka ditutup dengan dressing bersih
Ø  Jangan pernah mencoba untuk meluruskan tulang patah
Ø  Untuk fraktur tungkai, memberikan dukungan dan kenyamanan seperti bantal di bawah kaki bagian bawah atau lengan bawah. Namun, tidak menyebabkan rasa sakit lebih lanjut atau gerakan yang tidak perlu dari patah tulang
Ø  Terapkan belat untuk mendukung tulang rusuk. Penyangga tidak harus diproduksi secara profesional. Produk seperti papan kayu dan majalah dilipat dapat bekerja untuk beberapa patah tulang. Anda harus mengimobilisasi anggota badan atas dan di bawah patah tulang
Ø  Gunakan selempang untuk mendukung lengan atau tulang selangka patah tulang
Ø  Angkat daerah retak jika mungkin dan menerapkan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit
3)      Diagnosis dan Pengobatan Patah Tulang
Dokter dapat mendiagnosis patah tulang dengan sinar-x. Mereka juga dapat menggunakan CT scan (tomografi komputer) scan dan MRI (resonansi magnetik imaging). Patah tulang sembuh sendiriàtujuan pengobatan adalah untuk memastikan potongan-potongan tulang merupakan berbaris dengan benar. Tulang perlu pulih sepenuhnya dalam kekuatan, gerakan dan sensitivitas. Beberapa fraktur rumit mungkin memerlukan pembedahan atau traksi bedah (atau keduanya). Tergantung di mana fraktur dan seberapa parah, pengobatan dapat mencakup:
§  Penyangga – untuk menghentikan gerakan ekstremitas yang rusak
§  Kawat gigi – untuk mendukung tulang
§  Gips – untuk memberikan dukungan dan mengimobilisasi tulang
§  Traksi – pilihan yang kurang umum
§  Batang logam dimasukkan secara operasi atau pelat – untuk memegang potongan tulang bersama-sama
§  Menghilangkan rasa sakit.
4)      Proses Penyembuhan Patah Tulang
Bekuan darah yang terbentuk pada ujung patah tulang adalah awal dari proses penyembuhan. Selama sekitar lima minggu, tubuh bergabung dengan dua bagian tulang bersama-sama dengan kombinasi sel berserat dan tulang rawan.
Tulang sementara ini (kalus) tidak sekuat tulang sebenarnya. Hal ini dapat mudah pecah sampai perlahan-lahan diganti dengan tulang nyata. Untuk alasan ini, dokter dapat menghapus Gips atau belat setelah beberapa minggu, tetapi Anda masih perlu untuk mengobati tulang dengan hati-hati untuk setidaknya satu bulan lebih.

C.     Pengobatan Tradisional Patah Tulang
Jumlah kendaraan yang besar di Indonesia tentu saja berbanding lurus dengan jumlah kecelakaan lalu lintas. Efek kecelakaan pun bermacam-macam mulai dari cedera ringan sampai kematian. Berhati- hatilah saat anda berkendaraan.
Patah tulang adalah salah satu efek dari kecelakaan tersebut. Patah tulang tentu saja berakibat berkurangnya kemampuan anggota gerak tulang yang mengalami patah. Rasanya tidak enak, tetapi jangan khawatir, tulang manusia adalah salah satu benda ajaib yang diberikan Allah. Tulang mampu meregenerasikan dirinya yang rusak sehingga apabila patah akan menyambung kembali secara alami. Namun, untuk mempertahankan posisinya penyembuhan tulang menjadi seperti semula butuh bantuan dari luar tubuh. Nah, inilah yang dilakukan dalam pengobatan patah tulang.
Patah tulang ialah terputusnya ( diskontinuitas ) jaringan tulang dan lapisan pembungkusnya. Sebabnya, antara lain karena jatuh, terlindas, terbentur keras, dan sebagainya. Dalam rongga batang tulang terdapat pembuluh darah yang beri nutrisi, sumsum tulang, serta stem cell ( sel punca ) yang membentuk sel-sel tulang. Bila ada sel tulang yang mati, maka di dalam rongga terjadi regenerasi sel. Karena itulah tulang yang patah pada bagian ini akan sembuh dengan sendirinya. “ sembuh sempurna tampa bekas “, ujad Dr. dr Basuki Supartono, SpOT, FICS,MARS, spsialis orthopedi di jakarta islamic hospital ( JIH ), jakarta timur. PEMBEDAHAN Walau bisa sembuh sendiri ,dalam kondisi darurat patah tulang perlu penanganan khursus ,terutama pada patah tulang terbuka –kulit sobek tertembus tulang. Sementara pada patah tulang tertutup kulit tetap utuh,tidak sobek.yang berbahaya itu, jelas dr Basuki ,patah tulang terbuka, karena ada risiko infeksi dan perdarahan, “ infeksi di tulang dan kulit ini bisa menyebar kebagian ubuh lainnya sehingga mengancam nyawa penderita “, urai aktivis Bulan Sabit Merah Indonesia yang acap menyambangi daerah konflik seperti Irak dan Palestina untuk misi kemanusian ini. Dalam waktu kuranga dari enam jam, patanh tulang terbuka haraus dioperasi atau dibedah untuk dilakukan tindakan pembersihan ( debridemant ). Pada proses ini, kulita dan jaringan dibawah kulit yang kotor dibuang, begitu pula lemak dan serpihan tulang yang kotor. Jika ada kotoran, misalnya pasir, akan disikat dengan bersih. Lalu bagian luka beserta tulangnya disemprot dengan air steril sebanyak tiga liter untuk menjamin kebersihannya agar terhindar dari infeksi. Barulah dilakukan tindakan lain, seperti stabilisasi tulang yang patah dan menutup luka. Dijelaskan dr Basuki, tidak semua patah tulang harus diosperasi. Selain pada patah tulang terbuka, operasi juga dilakukan pada patah tulang yang merusak/merobek pembuluh darah utama yang ada dibagian luar tulanag dan menempel padanya. “ Dalam kondisi ini, operasi diperlukan agar pembuluh darah tak bocor atau putus. Kalau putus, harus dibuang”, paparnya. Operasi juga dilakukan untuk patah tulang yang menekan syaraf, patah tulang pada persendian yang tidak stebil, dan pada sendi pangul di usia lanjut. MENYAMBUNG TULANG Tulang yang patah, unjung – ujungnya perlu dibuat tersambung kembali. Maka diaturlah agar satu sama lain tersambung, lurus, tidak ada sudut atau melintir. Kesetabilan harus dipertahankan sampai tulang menyambung kembali. Untuk itulah diperlukan gips dan pen. Gips terutama dipasang pada patah tulang tertutup. Setelah direposisi, dilakukanlah stabilisai tulang, yaitu membungkus bagian luar tulang yang patah dengan bahan gips atau plastik agar tulang tak bergeser.
Tulang akan menyambung sempurna sekitar 2-3 bulan. Banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya usia. Anak kecil lebih cepat pulih dibandingkan orang dewasa karena mempunyai lapisan tulang yang banyak menganduk sel punca. Bila dibutuhkan, tulang dipasang pen melalui operasi. Pen, terdiri dari lempeng logam ( plat ) dan sekrup ( screw ), berfungsi menyambung dua ruas tulang yang patah dan membuatnya stabil sehingga memungkinkan penyembuhan yang sempurna. Panjang pendeknya plat dan sekrup disesuaikan dengan tulang yang patah.
Pengobatan medis merupakan pengobatan yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapatkan pendidikan yang lama dan sesuai dengan keilmuan yang berkembang. Untuk patah tulang, pengobatan ini bisa bermacam-macam bentuknya contohnya bisa dengan menggunakan gips, pen, eksternal fiksasi, dan lain-lain. Meski identik dengan tindakan operasi, tidak sepenuhnya kasus patah tulang harus dilakukan dengan tindakan operasi.
Sama seperti pengobatan medis, pengobatan alternatif pun pada prinsipnya seperti itu. Dari cerita-cerita, ketika kita datang ke pengobatan alternatif, tulang kita yang patah akan dipakaikan kayu dan dibebat kencang sehingga tulang tidak bergeser. Konsep awalnya sama dengan medis. Yang berbeda adalah adanya tindakan selanjutnya seperti diolesi minyak-minyak khusus dan diurut-urut bagian yang patah.
Tujuan dari pengobatan adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya sati sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya. Process penyembuhan memerlukan waktu minimal 4 minggu, tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Setelah sembuh, tulang biasanya kuat dan kembali berfungsi.
Imobilisasi dapat dilakukan melalui:
·         Pembidaian: benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang
·         Pemasangan gips: merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah.
·         Penarikan (traksi): menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya.
·         Fiksasi internal: dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang.
Ramuan Alami Patah Tulang.
Sebelum menggunakan ramuan untuk merekatkan kembali tulang yang patah, disarankan agar posisi tulang sudah dikembalikan seperti semula, agar saat tulang meregenerasi sel, tidak akan ada masalah.
a.       Ramuan 6 Bahan
Bahan- bahan:
Ø  Kunyit,
Ø  Jahe,
Ø  Bawang Merah,
Ø  Bawang Putih,
Ø  Daun Katuk,
Ø  Daun Petai Cina = Lamtorogung.
Ø  *) Perbandingan semua bahan 1:1
Cara Mengolah:
Semua bahan dihancurkan.
Rebus dengan air, sampai airnya tinggal sedikit, Jαπģαπ sampai kering.
Cara Pakai:
Digunakan seperti param. Ramuan (bahan2 + sedikit cairannya) dioleskan ditempat patah tulang, lalu diikat dengan perban. Ramuan diganti 3 hari sekali.
b.      Umbi Gadung
Umbi gadung 1 kepalan tangan, dikupas dan diparut. Remas dengan air garam seperlunya. Gunakanlah mengurap bagian yang cidera dan dibalut dengan daun bakung 2 x sehari.
c.       Jahe
Jahe 3 jari, dicuci dan diparut. Remas dengan minyak serai 2 sendok makan dan minyak nyamplung 2 sendok makan. Usapkanlah ramuan ini pada bagian yang cidera lalu dibalut dengan daun bakung 2 x sehari.
d.      Daun Kangkung
Daun jangkung 1 genggam, dicuci lalu ditumbuk halus. Remas dengan air garam seperlunya. Urapkanlah ramuan ini pada bagian yang cidera lalu dibalut dengan daun bakung 2 x sehari.
e.       Tanaman Patah Tulang

§  Kulit diatas tulang yang patah digosok dengan getah tanaman.
§  Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, tempelkan diatas tulang yang patah, lalu dibalut.
§  3/4 genggam tangkai dan daun tanaman, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus, Ramas dengan 4 sendok makan air garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/ kulit randu. Diganti 2 kali sehari.




















BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sistem medis dan pengobatan tradisional adalah sisitem pengobatan selain pengobatan dengan cara medis atau ilmu kedokteran yang berkembang didalam masyarakat secara turun temurun. Patah tulang ialah terputusnya ( diskontinuitas ) jaringan tulang dan lapisan pembungkusnya. Sebabnya, antara lain karena jatuh, terlindas, terbentur keras, dan sebagainya.
Pengobatan medis merupakan pengobatan yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapatkan pendidikan yang lama dan sesuai dengan keilmuan yang berkembang. Untuk patah tulang, pengobatan ini bisa bermacam-macam bentuknya contohnya bisa dengan menggunakan gips, pen, eksternal fiksasi, dan lain-lain. Meski identik dengan tindakan operasi, tidak sepenuhnya kasus patah tulang harus dilakukan dengan tindakan operasi. Sama seperti pengobatan medis, pengobatan alternatif pun pada prinsipnya seperti itu. Ketika kita datang ke pengobatan alternatif, tulang kita yang patah akan dipakaikan kayu dan dibebat kencang sehingga tulang tidak bergeser. Konsep awalnya sama dengan medis. Yang berbeda adalah adanya tindakan selanjutnya seperti diolesi minyak-minyak khusus dan diurut-urut bagian yang patah.

B.     Saran
Saat ini, meskipun perkembangan zaman dalam dunia kesehatan semakin berkembang dan semakin canggih seiring dengan perkembangan IPTEK, tetapi masih banyak pula cara- cara atau pengobatan yang masih sangat dipercaya oleh masyarakat dan dinilai sangat manjur. Salah satunya adalah pengobatan patah tulang. Sebagai calon kader tenaga kesehatan, disamping kita harus tau mengenai cara- cara pengobatan tradisional ini, kita juga harus tetap bisa memilih yang mana cara atau pengobatan tradisional yang terbilang aman bagi klien sehingga nantinya selain kita dapat memberikan pelayanan yang maksimal, kita tetap bisa menjaga dan menghargai budaya yang berkembang di masyarakat.







Daftar Pustaka